Review Series Netflix: You (2018)

6 comments
Review Series: You (2018) Netflix  via Bustle.com

Hai halo semua, kali ini saya akan membahas sebuah series yang sebenarnya telah tayang pada tahun 2018 di Netflix, berjudul You. Diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Caroline Kepnes, kini You hadir menjadi sebuah series sepanjang 10 episode dalam satu season.

Meski bergenre pychological thriller, series ini nyatanya tetap akrab dengan kehidupan sehari-hari kita. Berkisah tentang perjalanan dan perjuangan seorang manager toko buku, Joe Goldberg (Penn Badgley) untuk mendapatkan cinta Beck (Elizabeth Lail), salah satu pengunjung toko bukunya. Di awal cerita, kita diperlihatkan monolog tokoh Joe Goldberg, mempertanyakan sosok Beck. Mulai dari apa buku pilihan Beck hingga asumsi pribadinya mengenai kepribadian Beck lewat buku pilihannya, berlanjut ke pikiran-pikiran nakal yang akhirnya berhasil ia tutupi dengan kalimat manis bak manager toko buku teladan, "Hey can i help you find something?".

Joe Goldberg, manager sebuah toko buku yang menyukai wanita bernama Beck yang jadi pelanggan tokonya, via cnn.com
Tak hanya itu saja, ternyata Joe Goldberg yang seorang kutu buku ini mampu menyusun kata-kata manis, serta memancing Beck untuk berdiskusi seputar buku dan kepribadian pengunjung lain saat membeli buku di tokonya. By the way, saat melihat tingkah Joe dan Beck ini saya jadi teringat beberapa orang pernah menjadikan bahan lelucon orang-orang yang suka membaca novel bergenre romance, teenlit dan tentunya novel karangan Tere Liye. Nah, sedangkan Joe dan Beck menganggap orang yang suka dan membeli novel karangan Dan Brown adalah seperti sebuah lelucon dan aib yang memalukan. Ups. 

Siapa sangka lewat percakapan kecil ini ternyata telah menimbulkan obsesi dalam diri Joe Goldberg kepada Beck. Beck yang seorang mahasiswi sekaligus penulis ini tentu tersentuh dengan sikap Joe Goldberg, hingga membuatnya rela menyodorkan kartu kredit untuk pembayaran bukunya kali ini. Tentu saja hal ini menjadi kunci penting, karena Joe Goldberg akhirnya mendapatkan nama lengkap dari Beck. 

Awalnya sih nggak mau ngaku, eh tetep ya kepo juga abis dapet nama lengkapnya Beck, via imdb.com

Di zaman digital seperti ini mendapatkan nama lengkap seseorang sepertinya menjadi sebuah harta karun, apalagi nama seorang wanita cantik seperti Beck. Dunia maya tampaknya juga menjadi ladang harta karun bagi seorang Joe Goldberg yang sedang dimabuk cinta pada pandangan pertama. Hanya dengan nama, apapun yang dilakukan Beck, di mana tempat tinggalnya, siapa teman-temannya, termasuk identitas kekasihnya bagaikan informasi yang diberikan Beck secara cuma-cuma untuk semua orang di dunia, termasuk untuk Joe Goldberg. 

Media sosial yang nggak dikunci jadi sumber informasi berharga buat orang-orang kaya Joe Goldberg

Berawal dari rasa cinta pada pandangan pertama yang berubah menjadi obsesi, ternyata Joe Goldberg juga memiliki kasih sayang pada Beck yang diwujudkan dengan melindunginya dari apapun yang akan mencelakakan Beck, dengan cara apapun yang menurut saya cenderung berlebihan. Termasuk melindungi Beck dari lingkungan pertemanan yang toxic dan hanya memamerkan keakraban di media sosial, seperti melakukan kegiatan instagramable night, serta dari perilaku kekasihnya yang munafik. 

Walau lagi bokek dan kere, makan-makan di tempat hits dan beli kado mahal buat teman demi konten instagram tetap jadi jalan ninja Beck, via imdb.com

Menonton series ini jujur saja membuat saya ngeri tapi gemes. Ngeri sama Joe Goldberg sekaligus gemes. Siapa yang tidak ngeri kalau ternyata apapun informasi yang kita share di internet ditambang oleh orang yang terobsesi dengan kita. Nggak hanya itu, saya juga gemes sama tokoh Beck di series You ini. Yup, Elizabeth Lail menurut saya sukses memerankan sosok Beck yang rapuh, butuh perhatian serta ingin dilihat banyak orang, tapi rumit dan susah untuk dimengerti. Mungkin seperti cewek yang mau bilang kangen tapi harus muter-muter dulu kode ini itu ke pasangannya, eh giliran nggak diperhatiin karena terlalu muter-muter malah jadi baper. Mwehehek.

Lalu, apakah Joe Goldberg berhasil mendapatkan Beck? Apakah Beck sadar bahwa selama ini ada yang membuntutinya? Apa hanya Joe saja yang diam-diam memata-matainya, mengingat kepribadian Beck adalah seorang yang rapuh dan selalu berhasil menyedot orang-orang untuk terlibat mengatur kehidupannya? 

Beck yang selalu bisa menarik perhatian sekaligus menyedot orang-orang untuk mengatur hidupnya, via imdb.com

Well, selain memiiki jalan cerita yang menarik, dan terasa mencekam, series ini juga saya rekomendasikan buat kamu yang masih suka share hal-hal pribadi di internet. Ya, karena bisa saja ada orang yang terobsesi dengan diri kita. Siapa tahu? Oiya, di series ini saya juga mendapatkan beberapa rekomendasi novel yang sepertinya menarik untuk dibaca. 

Selamat menonton! (*)

6 komentar:

  1. Beck selalu menarik orang-orang untuk mengatur hidupnya.

    Hahahaha.

    Dasar, people pleaser!

    Q jg.

    BalasHapus
  2. Series di Netflix bagus-bagus emang, tapi yang ini belum nonton.

    O ya, rekwes review Dark season 1 & 2 dong. Saya gak bisa review film soalnya. Tapi menurutku bagus. Wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba nonton yan, mayan sih ngga romance2 gtu kok. Oke siap, aku juga lagi nonton Dark

      Hapus
  3. Banyak series yang seru ya di Netflix, tapi saya nggak bisa langganan di ponsel. Males pake vpn. Tapi penasaran juga sama series ini pas lihat ada yang bahas di twitter. Mungkin next akan saya tonton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini seriesnya udah lama si mbak, mungkin di lapak-lapak udah ada hehehe

      Hapus