Inilah Ending Game of Thrones Season 8 yang Sukses Bikin Penggemarnya Benci dan Kecewa

Leave a Comment
Inilah Ending Game of Thrones Season 8 yang Sukses Bikin Penggemarnya Benci dan Kecewa 

Sebagai seorang penggemar Game of Thrones karbitan (ya, saya menyelesaikan season 1-7 series Game of Thrones tahun 2017 lalu), kehadiran season 8 merupakan hal yang sangat ditunggu di tahun 2019 ini. Season 8 yang juga menjadi season final dari Game of Thrones ini tentu membuat banyak penggemarnya berharap agar endingnya paling nggak sesuai dengan harapan dan gambaran yang mereka pikir. Nggak cuma itu saja, banyak juga youtuber yang telah memprediksi hal-hal yang akan terjadi di season 8 ini, berdasarkan apa yang telah terjadi dari season 1-7, dan dari novelnya sendiri (yang belum tamat). Hei, dan Game of Thrones season 8 ini tayang hampir bersamaan dengan Avengers: Endgame tayang di bioskop. So, rame banget nggak sih bulan April 2019 lalu? 

Yak, season 8 Game of Thrones ini dimulai dengan episode 1 yang menjadi semacam reuni. Arya, Sansa dan Brandon Stark yang sudah kembali di Winterfell menyambut rombongan pasukan Dragon Queen, Daenerys Targaryen. Adegan ini sebetulnya mirip dengan season 1 episode 1, di mana penduduk Winterfell menyambut raja dan ratu mereka saat itu, yaitu Robert Baratheon dan Cersei Lannister. Bedanya, saat Daenerys Targeryen dan pasukan datang, penduduk Winterfell nggak begitu menyambut kedatangan mereka dengan hangat, dan tentu saja membuat Daenerys bete abis. Apalagi si Dragon Queen ini sekaligus memamerkan kedua naganya, Drogon dan Rhaegal (1 naganya yang bernama Viserion udah tewas, dan sekarang jadi pasukannya Night King). 

Reuni Arya Stark dan Jon Snow via Den of Geek
Sebenarnya tujuan dari Daenerys Targaryen ke Winterfell ini bukan (secara langsung) untuk menduduki wilayah ini, tapi karena diminta tolong oleh kekasihnya, Jon Snow. Ya, Jon Snow minta tolong pasukannya Daenerys Targaryen untuk membantu mengalahkan Night King, serta mengizinkan Jon Snow untuk menambang Dragon Glass (untuk dijadikan senjata mengalahkan White Walker dan Night King)yang ada di Dragonstone, markasnya Daenerys, yang dulu merupakan markasnya Stannis Baratheon.

Selanjutnya, saya akan membahas beberapa hal yang bikin penggemar Game of Thrones fanatik dan karbitan macam saya ini agak sebel dengan season 8 ini. Eits, kalau belum nonton, kamu boleh stop di sini karena isinya spoiler banget.

1. Arya Stark membunuh atau mengalahkan Night King 

Arya Stark membunuh atau mengalahkan Night King via Denofgeek.com
Oke jadi gini, menurut sumber yang saya lansir, dari channel Youtube Alt Shift X, mereka menjelaskan bahwa ada tujuan tersendiri mengapa Jon Snow yang telah tewas dibunuh teman-temannya Night Watch bisa hidup lagi. Hal ini karena adanya prophecy, ramalan dan sebagainya, bahwa secara tersirat yang bisa mengalahkan Night King adalah Jon Snow. Karena Jon Snow adalah wujud A Song of Ice and Fire. Ice karena ibunya adalah Lyanna Stark, dan Fire karena ayahnya adalah Rhaegar Targaryen (kakaknya Daenerys Targaryen). Jadi cerita pengorbanan Rhaegar dan Lyanna biar punya anak perpaduan Targaryen dan Stark biar bisa mengalahkan Night King akan terasa nggak masuk akal dan sia-sia banget, karena ternyata yang bunuh Night King adalah Arya Stark. Kalau Lyanna tahu dari dulu sih, kayaknya mending dia nikah sama Robert Baratheon aja deh hihihi.

2. Pengembangan karakter yang kurang
Kalau diperhatikan, sepertinya season 8 dari Game of Thrones ini memang berjalan cukup cepat, dan salah satu efeknya yaitu beberapa perubahan karakter terlihat secara tiba-tiba. Contohnya pada Daenerys Targaryen. Sejak season 1 sampai season 7, Daenerys Targaryen ini digambarkan sebagai seorang yang cukup unggul untuk mendapatkan tahta atau iron throne. Daenerys bener-bener mulai dari nol, dia nggak punya apa-apa, bahkan dijual kakaknya untuk dinikahkan kepada Khal Drogo. Abis itu Khal Drogo meninggal, dia nggak punya apa-apa lagi, selain beberapa orang yang masih percaya sama dia dan 3 naganya. Pasukan Dothraki juga ninggalin dia. Hingga suatu saat dia mulai meraih beberapa pencapaian, seperti memiliki pasukan Unsullied, dan punya sahabat sekaligus penasehatnya, Missandei. Di season 8 ini, Daeneryes Targaryen melihat dengan mata kepalanya sendiri sahabatnya, Missandei dibunuh dengan dipenggal kepalanya. 

Daeneryes Targeryen setelah melihat sahabatnya, Missandei dibunuh di depan matanya sendiri
Tentu hal ini sangat mengejutkan Daenerys, karena dirinya nggak punya siapa-siapa lagi yang percaya dengan dirinya, kecuali Grey Worm dan pasukan Unsullied. Daeneryes sebetulnya memang menampakkan dirinya kalah, cuma mungkin kurang diperlihatkan saja ya. Terlihat dari penampilannya setelah itu, rambutnya yang biasa dikepang sekarang beberapa kepangannya telah terurai dan kusut, nggak mau makan, dan sebagainya. Ya, pantas saja kalau Daeneryes akhirnya jadi Mad Queen, orang dia nggak punya siapa-siapa lagi. Karena Jon Snow yang dia percaya untuk tidak mengatakan apapun tentang hubungan keluarga mereka, malah cerita ke Arya, Sansa dan kemudian menyebar ke Lord Varys. 

"Pokoknya aku nggak mau makan, kalau nggak ditemeni Missandei"
Nah, mungkin karena perubahan yang secara tiba-tiba ini bagi beberapa orang mungkin menilai, bahwa Daenerys ini emang kaya bapaknya lah. Anak nggak jauh beda dari bapak. Bapaknya Mad King anaknya Mad Queen, yang penting nggak pakai semaqueen yaqueen aja. Padahal ya, karena kita nggak diperlihatkan atau diingatkan saja tentang kekalahan dan kehilangan yang telah dialami Daenerys.

3. Cersei dan Jaime Lannister tewas 

Cersei Lannister dan Jaime Lannister tewas
Oke, kita pasti udah sebel banget dengan si kembar Cersei Lannister dan Jaime Lannister ini. Saking nyebelinnya, banyak orang mengharapkan mereka akan mendapatkan hukuman atau kematian yang tragis dari perbuatan yang telah mereka perbuat. Tapi, di season 8 ini ternyata penggemar nggak puas atas kematian mereka berdua, yang hanya mati karena tertimbun reruntuhan bangunan saat Daenerys membakar seluruh Kings Landing.

4. Brandon Stark jadi raja 

Brandon Stark dipilih menjadi raja
Oke, saya nggak keberatan sih sebenarnya Brandon Stark jadi raja. Hal yang membuat saya agak sebel sama Brandon Stark karena, waktu Brandon Stark ditawari jadi raja, jawabannya gini, “Why do you think I came all this way?”. Hal ini bikin saya emosi, hei Bambang! eh Brandon maksudnya, kalau kamu udah ngerti jalan ceritanya, bisa nggak sih ikut usul waktu nyusun strategi perang? Kenapa malah diem, terus pas dijagain Theon malah pake mode Warg gitu. Saya jadi curiga, jangan-jangan dia lagi nyusup ke bioskop buat nonton Avengers: Endgame.

Nah itu tadi menurut saya , ending dari Game of Thrones season 8 yang bikin saya sebel dan benci, meski begitu, saya tetap menyukai series Game of Thrones ini. Kalau menurut kamu, adegan apa yang bikin kamu kecewa di season 8 Game of Thrones ini? Bisa tulis di komentar ya!

0 komentar:

Posting Komentar