Hello!
My name is Justina Landhiani

Writer // Marvel addict // Thanks for taking a look at my blog

Review Series Netflix: You (2018)

6 comments
Review Series: You (2018) Netflix  via Bustle.com

Hai halo semua, kali ini saya akan membahas sebuah series yang sebenarnya telah tayang pada tahun 2018 di Netflix, berjudul You. Diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Caroline Kepnes, kini You hadir menjadi sebuah series sepanjang 10 episode dalam satu season.

Meski bergenre pychological thriller, series ini nyatanya tetap akrab dengan kehidupan sehari-hari kita. Berkisah tentang perjalanan dan perjuangan seorang manager toko buku, Joe Goldberg (Penn Badgley) untuk mendapatkan cinta Beck (Elizabeth Lail), salah satu pengunjung toko bukunya. Di awal cerita, kita diperlihatkan monolog tokoh Joe Goldberg, mempertanyakan sosok Beck. Mulai dari apa buku pilihan Beck hingga asumsi pribadinya mengenai kepribadian Beck lewat buku pilihannya, berlanjut ke pikiran-pikiran nakal yang akhirnya berhasil ia tutupi dengan kalimat manis bak manager toko buku teladan, "Hey can i help you find something?".

Joe Goldberg, manager sebuah toko buku yang menyukai wanita bernama Beck yang jadi pelanggan tokonya, via cnn.com
Tak hanya itu saja, ternyata Joe Goldberg yang seorang kutu buku ini mampu menyusun kata-kata manis, serta memancing Beck untuk berdiskusi seputar buku dan kepribadian pengunjung lain saat membeli buku di tokonya. By the way, saat melihat tingkah Joe dan Beck ini saya jadi teringat beberapa orang pernah menjadikan bahan lelucon orang-orang yang suka membaca novel bergenre romance, teenlit dan tentunya novel karangan Tere Liye. Nah, sedangkan Joe dan Beck menganggap orang yang suka dan membeli novel karangan Dan Brown adalah seperti sebuah lelucon dan aib yang memalukan. Ups. 

Siapa sangka lewat percakapan kecil ini ternyata telah menimbulkan obsesi dalam diri Joe Goldberg kepada Beck. Beck yang seorang mahasiswi sekaligus penulis ini tentu tersentuh dengan sikap Joe Goldberg, hingga membuatnya rela menyodorkan kartu kredit untuk pembayaran bukunya kali ini. Tentu saja hal ini menjadi kunci penting, karena Joe Goldberg akhirnya mendapatkan nama lengkap dari Beck. 

Awalnya sih nggak mau ngaku, eh tetep ya kepo juga abis dapet nama lengkapnya Beck, via imdb.com

Di zaman digital seperti ini mendapatkan nama lengkap seseorang sepertinya menjadi sebuah harta karun, apalagi nama seorang wanita cantik seperti Beck. Dunia maya tampaknya juga menjadi ladang harta karun bagi seorang Joe Goldberg yang sedang dimabuk cinta pada pandangan pertama. Hanya dengan nama, apapun yang dilakukan Beck, di mana tempat tinggalnya, siapa teman-temannya, termasuk identitas kekasihnya bagaikan informasi yang diberikan Beck secara cuma-cuma untuk semua orang di dunia, termasuk untuk Joe Goldberg. 

Media sosial yang nggak dikunci jadi sumber informasi berharga buat orang-orang kaya Joe Goldberg

Berawal dari rasa cinta pada pandangan pertama yang berubah menjadi obsesi, ternyata Joe Goldberg juga memiliki kasih sayang pada Beck yang diwujudkan dengan melindunginya dari apapun yang akan mencelakakan Beck, dengan cara apapun yang menurut saya cenderung berlebihan. Termasuk melindungi Beck dari lingkungan pertemanan yang toxic dan hanya memamerkan keakraban di media sosial, seperti melakukan kegiatan instagramable night, serta dari perilaku kekasihnya yang munafik. 

Walau lagi bokek dan kere, makan-makan di tempat hits dan beli kado mahal buat teman demi konten instagram tetap jadi jalan ninja Beck, via imdb.com

Menonton series ini jujur saja membuat saya ngeri tapi gemes. Ngeri sama Joe Goldberg sekaligus gemes. Siapa yang tidak ngeri kalau ternyata apapun informasi yang kita share di internet ditambang oleh orang yang terobsesi dengan kita. Nggak hanya itu, saya juga gemes sama tokoh Beck di series You ini. Yup, Elizabeth Lail menurut saya sukses memerankan sosok Beck yang rapuh, butuh perhatian serta ingin dilihat banyak orang, tapi rumit dan susah untuk dimengerti. Mungkin seperti cewek yang mau bilang kangen tapi harus muter-muter dulu kode ini itu ke pasangannya, eh giliran nggak diperhatiin karena terlalu muter-muter malah jadi baper. Mwehehek.

Lalu, apakah Joe Goldberg berhasil mendapatkan Beck? Apakah Beck sadar bahwa selama ini ada yang membuntutinya? Apa hanya Joe saja yang diam-diam memata-matainya, mengingat kepribadian Beck adalah seorang yang rapuh dan selalu berhasil menyedot orang-orang untuk terlibat mengatur kehidupannya? 

Beck yang selalu bisa menarik perhatian sekaligus menyedot orang-orang untuk mengatur hidupnya, via imdb.com

Well, selain memiiki jalan cerita yang menarik, dan terasa mencekam, series ini juga saya rekomendasikan buat kamu yang masih suka share hal-hal pribadi di internet. Ya, karena bisa saja ada orang yang terobsesi dengan diri kita. Siapa tahu? Oiya, di series ini saya juga mendapatkan beberapa rekomendasi novel yang sepertinya menarik untuk dibaca. 

Selamat menonton! (*)

Inilah Ending Game of Thrones Season 8 yang Sukses Bikin Penggemarnya Benci dan Kecewa

Leave a Comment
Inilah Ending Game of Thrones Season 8 yang Sukses Bikin Penggemarnya Benci dan Kecewa 

Sebagai seorang penggemar Game of Thrones karbitan (ya, saya menyelesaikan season 1-7 series Game of Thrones tahun 2017 lalu), kehadiran season 8 merupakan hal yang sangat ditunggu di tahun 2019 ini. Season 8 yang juga menjadi season final dari Game of Thrones ini tentu membuat banyak penggemarnya berharap agar endingnya paling nggak sesuai dengan harapan dan gambaran yang mereka pikir. Nggak cuma itu saja, banyak juga youtuber yang telah memprediksi hal-hal yang akan terjadi di season 8 ini, berdasarkan apa yang telah terjadi dari season 1-7, dan dari novelnya sendiri (yang belum tamat). Hei, dan Game of Thrones season 8 ini tayang hampir bersamaan dengan Avengers: Endgame tayang di bioskop. So, rame banget nggak sih bulan April 2019 lalu? 

Yak, season 8 Game of Thrones ini dimulai dengan episode 1 yang menjadi semacam reuni. Arya, Sansa dan Brandon Stark yang sudah kembali di Winterfell menyambut rombongan pasukan Dragon Queen, Daenerys Targaryen. Adegan ini sebetulnya mirip dengan season 1 episode 1, di mana penduduk Winterfell menyambut raja dan ratu mereka saat itu, yaitu Robert Baratheon dan Cersei Lannister. Bedanya, saat Daenerys Targeryen dan pasukan datang, penduduk Winterfell nggak begitu menyambut kedatangan mereka dengan hangat, dan tentu saja membuat Daenerys bete abis. Apalagi si Dragon Queen ini sekaligus memamerkan kedua naganya, Drogon dan Rhaegal (1 naganya yang bernama Viserion udah tewas, dan sekarang jadi pasukannya Night King). 

Reuni Arya Stark dan Jon Snow via Den of Geek
Sebenarnya tujuan dari Daenerys Targaryen ke Winterfell ini bukan (secara langsung) untuk menduduki wilayah ini, tapi karena diminta tolong oleh kekasihnya, Jon Snow. Ya, Jon Snow minta tolong pasukannya Daenerys Targaryen untuk membantu mengalahkan Night King, serta mengizinkan Jon Snow untuk menambang Dragon Glass (untuk dijadikan senjata mengalahkan White Walker dan Night King)yang ada di Dragonstone, markasnya Daenerys, yang dulu merupakan markasnya Stannis Baratheon.

Selanjutnya, saya akan membahas beberapa hal yang bikin penggemar Game of Thrones fanatik dan karbitan macam saya ini agak sebel dengan season 8 ini. Eits, kalau belum nonton, kamu boleh stop di sini karena isinya spoiler banget.

1. Arya Stark membunuh atau mengalahkan Night King 

Arya Stark membunuh atau mengalahkan Night King via Denofgeek.com
Oke jadi gini, menurut sumber yang saya lansir, dari channel Youtube Alt Shift X, mereka menjelaskan bahwa ada tujuan tersendiri mengapa Jon Snow yang telah tewas dibunuh teman-temannya Night Watch bisa hidup lagi. Hal ini karena adanya prophecy, ramalan dan sebagainya, bahwa secara tersirat yang bisa mengalahkan Night King adalah Jon Snow. Karena Jon Snow adalah wujud A Song of Ice and Fire. Ice karena ibunya adalah Lyanna Stark, dan Fire karena ayahnya adalah Rhaegar Targaryen (kakaknya Daenerys Targaryen). Jadi cerita pengorbanan Rhaegar dan Lyanna biar punya anak perpaduan Targaryen dan Stark biar bisa mengalahkan Night King akan terasa nggak masuk akal dan sia-sia banget, karena ternyata yang bunuh Night King adalah Arya Stark. Kalau Lyanna tahu dari dulu sih, kayaknya mending dia nikah sama Robert Baratheon aja deh hihihi.

2. Pengembangan karakter yang kurang
Kalau diperhatikan, sepertinya season 8 dari Game of Thrones ini memang berjalan cukup cepat, dan salah satu efeknya yaitu beberapa perubahan karakter terlihat secara tiba-tiba. Contohnya pada Daenerys Targaryen. Sejak season 1 sampai season 7, Daenerys Targaryen ini digambarkan sebagai seorang yang cukup unggul untuk mendapatkan tahta atau iron throne. Daenerys bener-bener mulai dari nol, dia nggak punya apa-apa, bahkan dijual kakaknya untuk dinikahkan kepada Khal Drogo. Abis itu Khal Drogo meninggal, dia nggak punya apa-apa lagi, selain beberapa orang yang masih percaya sama dia dan 3 naganya. Pasukan Dothraki juga ninggalin dia. Hingga suatu saat dia mulai meraih beberapa pencapaian, seperti memiliki pasukan Unsullied, dan punya sahabat sekaligus penasehatnya, Missandei. Di season 8 ini, Daeneryes Targaryen melihat dengan mata kepalanya sendiri sahabatnya, Missandei dibunuh dengan dipenggal kepalanya. 

Daeneryes Targeryen setelah melihat sahabatnya, Missandei dibunuh di depan matanya sendiri
Tentu hal ini sangat mengejutkan Daenerys, karena dirinya nggak punya siapa-siapa lagi yang percaya dengan dirinya, kecuali Grey Worm dan pasukan Unsullied. Daeneryes sebetulnya memang menampakkan dirinya kalah, cuma mungkin kurang diperlihatkan saja ya. Terlihat dari penampilannya setelah itu, rambutnya yang biasa dikepang sekarang beberapa kepangannya telah terurai dan kusut, nggak mau makan, dan sebagainya. Ya, pantas saja kalau Daeneryes akhirnya jadi Mad Queen, orang dia nggak punya siapa-siapa lagi. Karena Jon Snow yang dia percaya untuk tidak mengatakan apapun tentang hubungan keluarga mereka, malah cerita ke Arya, Sansa dan kemudian menyebar ke Lord Varys. 

"Pokoknya aku nggak mau makan, kalau nggak ditemeni Missandei"
Nah, mungkin karena perubahan yang secara tiba-tiba ini bagi beberapa orang mungkin menilai, bahwa Daenerys ini emang kaya bapaknya lah. Anak nggak jauh beda dari bapak. Bapaknya Mad King anaknya Mad Queen, yang penting nggak pakai semaqueen yaqueen aja. Padahal ya, karena kita nggak diperlihatkan atau diingatkan saja tentang kekalahan dan kehilangan yang telah dialami Daenerys.

3. Cersei dan Jaime Lannister tewas 

Cersei Lannister dan Jaime Lannister tewas
Oke, kita pasti udah sebel banget dengan si kembar Cersei Lannister dan Jaime Lannister ini. Saking nyebelinnya, banyak orang mengharapkan mereka akan mendapatkan hukuman atau kematian yang tragis dari perbuatan yang telah mereka perbuat. Tapi, di season 8 ini ternyata penggemar nggak puas atas kematian mereka berdua, yang hanya mati karena tertimbun reruntuhan bangunan saat Daenerys membakar seluruh Kings Landing.

4. Brandon Stark jadi raja 

Brandon Stark dipilih menjadi raja
Oke, saya nggak keberatan sih sebenarnya Brandon Stark jadi raja. Hal yang membuat saya agak sebel sama Brandon Stark karena, waktu Brandon Stark ditawari jadi raja, jawabannya gini, “Why do you think I came all this way?”. Hal ini bikin saya emosi, hei Bambang! eh Brandon maksudnya, kalau kamu udah ngerti jalan ceritanya, bisa nggak sih ikut usul waktu nyusun strategi perang? Kenapa malah diem, terus pas dijagain Theon malah pake mode Warg gitu. Saya jadi curiga, jangan-jangan dia lagi nyusup ke bioskop buat nonton Avengers: Endgame.

Nah itu tadi menurut saya , ending dari Game of Thrones season 8 yang bikin saya sebel dan benci, meski begitu, saya tetap menyukai series Game of Thrones ini. Kalau menurut kamu, adegan apa yang bikin kamu kecewa di season 8 Game of Thrones ini? Bisa tulis di komentar ya!

Review Series Netflix: Stranger Things Season 3 (2019)

Leave a Comment
Review Series Netflix: Stranger Things Season 3 (2019) via Netflix
Hai semua, kali ini saya akan membahas salah satu series yang tayang di Netflix yang juga lagi rame diomongin hehe. Ya, hal ini karena saya nggak mau ketinggalan nonton lagi huhu, soalnya saya sudah ketinggalan season 1 dan 2 sehingga baru bisa menonton tahun lalu. Yosh, kita mulai saja!

Series Stranger Things Season 3 kali ini masih menyuguhkan cerita yang hampir mirip dengan season sebelumnya. Di awal cerita, diperlihatkan banyak perubahan yang terjadi pada karakter-karakter di Stranger Things Season 3 ini, seperti Steve Harrington (Joe Keery) yang mulai bekerja di kedai es krim bersama temannya, Robin (Maya Hawke). Kemudian Nancy Wheeler (Natalia Dyer) serta kekasihnya, Jonathan Byers (Charlie Heathon) yang mulai magang di sebuah kantor media setempat, The Hawkin Post. Kakak laki-laki Max (Sadie Sink), Billy (Dacre Montgomery) juga terlihat bekerja menjadi seorang penjaga kolam renang yang berhasil memikat banyak wanita, termasuk ibunya Nancy hahaha.

Billy yang bikin cewek sampai ibu-ibu meleleh, via imdb.com
Nggak cuma itu, Eleven (Millie Bobby Brown) dan Mike (Finn Wolfhard) ternyata juga telah menjalin hubungan kekasih, yang sukses membuat Hopper (David Harbour) kesal lantaran Mike sering kali nempel terus bak perangko dengan El. Ya sih, kalian bete banget nggak sih lihat orang yang lagi kasmaran kaya gitu. Lalu, Dustin yang baru pulang dari liburannya juga mengklaim memiliki seorang pacar yang kata dia sih genius abis bernama Suzy. Oiya, si cewek yang bikin Eleven sebel di season 2, Max ini ternyata sekarang juga pacaran dengan Lucas (Caleb McLaughlin). Yang sama aja cuma Will (Noah Schnapp) yang tetap sendiri dan tetep gosok-gosok leher kalau ngrasa ada yang nggak beres.

Will dikit-dikit gosok leher kalau nggak enak badan, enaknya pake koyo saldopas aja ya, via instagram.com/netflixid

Cerita dimulai dengan gerombolan Mike, Will dkk nonton film di bioskop mall Starcourt. Tiba-tiba, listrik mati...pet! Nggak cuma bioskop, seluruh kota ternyata juga mati listrik. Aneh banget, bahkan magnet di kulkas ibunya Will, Joyce Byers (Winona Rider) juga nggak bisa nempel lagi. Hal ini tentu bikin Joyce penasaran, sampai dia datengin rumah guru sainsnya Will untuk mendapatkan penjelasan. Sementara itu, Dustin yang baru saja pulang dari kamp sains ingin menghubungi pacarnya bernama Suzy melalui Cerebro, kebetulan malah menangkap sinyal komunikasi dari pasukan Rusia yang mengirim pesan dalam bentuk kode berbahasa Rusia, yang tentu saja mencuri perhatian Dustin.

Setelah diselidiki, mati listrik yang dialami kota Hawkins ini disebabkan karena sebuah mesin di lab yang dibangun oleh pasukan Rusia. Mesin ini ternyata bertujuan untuk membuka portal atau gerbang yang pada season 2 telah ditutup oleh Eleven. Hal ini tentu bahaya banget, karena bisa saja pasukan Demogorgon itu menyerang kota ini lagi. Nggak cuma itu, ada lagi monster yang nyata masih ada di kota ini. Yaitu monster bernama Mind Flayer yang dulu ada di dalam tubuh Will, yang sekarang ternyata masih berada di Hawkins, dan belum balik ke dunia asalnya. Mind Flayer inilah yang bikin Will ngrasa nggak enak waktu di bioskop.

Mind Flayer ini sepertinya juga butuh host atau inang untuk hidup, seperti yang terjadi pada Will pada season 2. Inang pertama dari Mind Flyer ini yaitu...Billy, kakak dari Max. Monster ini kalau dilihat sih wujudnya fleksibel ya, bisa jadi manusia, bisa jadi semacam kumpulan lendir terus merasuki tubuh inangnya. Seperti selayaknya parasit, Mind Flayer ini juga membangun koloni dengan cara merasuki banyak penduduk Hawkins.

Di sinilah tokoh utama dari series Stranger Things Season 3 akan memulai perjuangan dan petualangannya. Yang saya suka di Stranger Things Season 3 kali ini sih karena karakternya dibagi menjadi 4 kelompok. Erica (adik Lucas yang suka minta sampel es krim Ahoy) masuk ke kelompok geng es krim alias Scoop Ahoy Gang bersama Dustin, Robin dan Steve Harrington. Mike, Will, Eleven, Lucas dan Max jadi satu kelompok yang akhirnya bergabung dengan Nancy dan Jonathan. Hopper yang dibantu Joyce juga ikut mengatasi masalah dengan dibantu seorang private investigator, Murray Bauman yang ahli berbahasa Rusia. Tapi, dari 4 kelompok tadi, saya paling suka geng es krim Ahoy sih. Mereka seru banget sumpah!! Gara-gara geng es krim, perasaan tegang saat nonton Stranger Things jadi ikut adem gara-gara nonton Steve Harrington yang ganteng adegan mereka berempat yang lucu abis.

Geng es krim Scoop Ahoy via Screen Rant
Meski dikemas menarik dan cukup menghibur, tapi menurut saya masih ada beberapa pertanyaan yang sekarang masih belum saya temukan jawabannya, yaitu tujuan Mind Flyer sendiri apa sih membangun koloni di Hawkins ini? Seperti sama bingungnya saya waktu Game of Thrones Season 8, tujuan Night King membasmi kehidupan manusia ini juga apa? Tentu saja kehadiran Mind Flyer ini pasti punya tujuan, sayangnya memang belum jelas aja, atau saya yang nggak paham. Kalau kamu paham, tolong jelasin di komentar ya, please. Hehehe.

Well, meski masih menyisakan pertanyaan, Stranger Things Season 3 yang cuma punya 8 episode ini  sangat cocok kamu tonton apalagi penyuka film sci-fi, action and adventure.

Oiya, jangan lupa, di akhir episode 8 ada credit scene loh, jangan kelewat ya. Selamat menonton!

Review Buku Goodbye, Things: On Minimalist Living (Hidup Minimalis ala Orang Jepang) by Fumio Sasaki

1 comment
Review Buku Goodbye, Things: On Minimalist Living (Hidup Minimalis ala Orang Jepang) by Fumio Sasaki via amazon.com

Seni hidup minimalis dikenal mulai jadi tren sejak kemunculan Marie Kondo dengan metode Kon Mari-nya. Banyak yang tertarik untuk menerapkan metode Kon Mari apalagi setelah booming buku The Life-Changing Magic of Tidying Up atau Seni Beres-Beres dan Metode Merapikan ala Jepang yang juga ditulis oleh Marie Kondo. Tak hanya itu saja, bahkan Netflix juga memiliki series serupa, yaitu Tidying Up With Marie Kondo.

Tidying Up With Marie Kondo via Konmari.com
Well dengan massive-nya ‘serangan’ dari Marie Kondo membuat saya berpikir skeptis, lah seni hidup minimalis harus banget nih diajarin? Harus banget nih kita baca buku yang membuat kita hidup minimalis? Karena dalam sehari-hari saya merasa selalu menerapkan gaya hidup tersebut, jauh sebelum Marie Kondo ‘menyerang’. Bahkan konsep hidup minimalis telah diajarkan oleh film Fight Club yang telah tayang pada tahun 1999.

Nah, berbekal dari adanya pikiran skeptis tentang seni hidup minimalis yang tren, saya jadi penasaran, mengapa metode dari Marie Kondo ini laris dan diterima banyak orang. Oleh karena itu, saya mencoba membaca bukunya dengan meminjam secara gratis di aplikasi Ipusnas. Namun, saya kurang suka membaca buku dari Marie Kondo ini, karena terasa agak mendikte hehe. Oleh karena itu, saya memilih membaca buku Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang dari Fumio Sasaki yang juga terinspirasi dari metode Marie Kondo ini. Saya meminjam buku Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang dari Fumio Sasaki lewat aplikasi Ipusnas, tapi sayangnya cuma ada 1 buku yang tersedia haha, jadi ya harus cepat dibaca biar cepat selesai soalnya sering kehabisan dan akhirnya antri untuk pinjam lagi.

Buku Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang dari Fumio Sasaki dibuka dengan serangkaian gambar atau foto yang menggambarkan potret kehidupan sebelum dan sesudah menerapkan metode hidup minimalis, baik dari yang dialami, atau orang lain yang telah menerapkan metode tersebut.

Kita selalu berpikir dengan memiliki banyak harta benda, maka hidup kita akan semakin bahagia. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok lusa, oleh karena itu kita mulai membeli banyak barang dengan alasan, ”Ya siapa tahu butuh” haha. Fumio Sasaki mengungkapkan bahwa dengan adanya pikiran memiliki banyak harta benda akan membuat hidup lebih bahagia, maka kita membutuhkan lebih banyak uang untuk membeli barang-barang tersebut. Kemudian, kita mulai menilai orang lain berdasarkan berapa banyak uang yang mereka punya. Kita juga mulai berpikir bahwa uang dapat menyelesaikan sebagian besar masalah kita. Kita dapat memengaruhi pendapat orang lain jika memiliki uang yang lebih banyak, dan jika pendapat orang lain bisa dibeli maka kita yakin akan mendapatkan kebahagiaan. Dan seterusnya.

Fumio Sasaki dalam  buku ini menceritakan pengalaman dirinya yang selalu membeli banyak barang untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kebahagiaannya. Ia mengoleksi seperti buku-buku, gitar, serta kamera antik yang ia yakini akan membuatnya terlihat sebagai sosok pria yang memesona. Pada waktu yang sama, Fumio Sasaki juga membandingkan dirinya dengan orang lain yang memiliki sesuatu lebih baik dan lebih banyak daripada dirinya. Pada akhirnya, Fumio Sasaki sampai frustasi hingga menyesal menekuni pekerjaan yang dulu ia impikan, berteman dengan alkohol dan putus dengan kekasihnya.

“The things you own, end up owning you”- Tyler Durden, Fight Club
Oleh karena itu, Fumio Sasaki mulai membuang dan menjual berbagai barang yang ia koleksi. Ia juga perlahan mulai memahami apa definisi dari bahagia. Setiap orang berhak untuk bahagia, namun memperoleh kebahagiaan dengan cara membelinya hanya akan membuat kita cepat bosan dan rasa bahagia itu tidak tahan lama.

“You’re not your job. You’re not how much money you have in the bank. You’re not the car you drive. You’re not the contents of your wallet. You’re not you f*cking khakis.” – Tyler Durden, Fight Club
Membaca pengalaman Fumio Sasaki, membuat saya teringat dengan diri saya sendiri yang ternyata nggak minimalis-minimalis amat. Saya sering membeli banyak buku namun hanya sedikit yang saya habiskan. Saya berpikir dengan memiliki banyak buku, saya bisa lebih bahagia, karena punya stok banyak bahan bacaan di rumah. Tapi ternyata, kebahagiaan itu hanya terasa sebentar. Suatu saat saya bosan dan tidak tertarik untuk membaca buku yang sudah saya beli tadi. Akhirnya saya membeli buku yang lebih baru lagi dan seterusnya. Selain itu, barang-barang itu juga akan menyita tempat di kamar saya sehingga kamar terasa semakin sempit.

Di buku ini, Fumio Sasaki juga memberikan tips dan cara untuk bijak membuang atau mengurangi barang di rumah kita. Tak hanya itu, manfaat dengan adanya memiliki sedikit barang juga ia jelaskan di buku ini, salah satunya adalah: mudah dan cepat membersihkan kamar atau rumah.

Buku Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang  ini saya habiskan dengan waktu relatif cukup singkat, mungkin sekitar 3 hari. Ternyata, Fumio Sasaki juga sering menyelipkan quote dari Tyler Durden di film Fight Club di buku ini hehe. Jadi mungkin saya merasa related dan akhirnya juga tergerak untuk menerapkan gaya hidup minimalis ini.

Tertarik untuk membaca buku Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang dari Fumio Sasaki? Kamu bisa mendapatkannya di toko buku terdekat, atau meminjam di Ipusnas. Selamat membaca!

Rekomendasi Anime Genre Komedi yang Seru dan Bikin Ngakak!

Leave a Comment
Rekomendasi Anime Genre Komedi yang Seru dan Bikin Ngakak! via avante.biz
Hai semua, maaf ya kalau saya jarang nulis review atau rekomendasi baik film, anime maupun series. Selain karena saya lagi suka nonton (tiap hari), capek setelah seharian aktivitas juga bikin males nulis. Tapi kali ini saya mencoba membagikan rekomendasi anime genre komedi. Kenapa genre komedi? Ya karena anime ini sering saya tonton untuk melepas penat dan biar nggak suntuk dan emosi kalau lagi banyak masalah.

Here they are.

1. Gintama

Gintama via anitokio.mx

Haha sudah sering banget saya nyebut anime satu ini di twitter. Sebetulnya anime ini tergolong anime lawas. Anime yang awal rilis tahun 2006 ini masih on going sampai sekarang. Tak heran jika jumlah episode dari Gintama mencapai ratusan.

Gintama sendiri bercerita tentang alien dari luar angkasa yang disebut Amanto menginvasi Bumi dan akhirnya mengambil alih pemerintahan Jepang yang feodal. Hal ini menyebabkan samurai di Jepang tidak diperlakukan secara terhormat, salah satunya adalah pelarangan menggunakan pedang sebagai senjata.

Di zaman seperti itu, hiduplah seorang mantan samurai (namun masih memiliki hati samurai) bernama Sakata Gintoki yang mendirikan sebuah usaha bernama Yorozuya. Yorozuya ini merupakan sebuah usaha di bidang jasa yang di mana Sakata Gintoki mau disuruh apapun asal dibayar. Tak sendiri, Gintoki akhirnya bergabung dengan Shinpachi shimura, Kagura dan Sadaharu dalam Yorozuya ini.

Ini merupakan anime dengan jalan cerita nggak jelas, tujuan tokoh utama yang nggak jelas, tapi benar-benar membuat saya sangat menyukainya karena bikin saya ngakak serta sering diselipkan pesan moral di tiap ceritanya yang pasti bikin terharu, hiks :').

Oh iya, Gintama juga sering memparodikan anime lain, seperti Detektif Conan, Doraemon, One Piece, dan sebagainya.

Must watch banget sih anime ini!!!!

2. Danshi Koukousei No Nichijou

Danshi Koukousei No Nichijou via nautiljon.com

Ini another anime yang nggak jelas selain Gintama. Yup, anime ini bercerita tentang hal-hal yang terjadi di kehidupan sehari-hari 3 siswa SMA Sanada Utara, yaitu Hidenori, Tadakuni dan Yoshitake. 3 orang ini memiliki kepribadian yang berbeda tapi unik banget! Hidenori memiliki kepribadian yang hiperaktif dan suka berimajinasi, Yoshitake yang bersemangat dan mereka berdua ini memang sering ngejahilin Tadakuni yang lebih rasional dan bisa dibilang lebih waras dari mereka berdua. Anime ini hanya bercerita tentang kehidupan 3 siswa SMA yang menghabiskan waktu sehari-hari, tapi siapa bilang kehidupan sehari-hari itu nggak menarik?

Ada aja yang bikin anime ini lucu, seperti adegan sok romantis di tepi sungai saat matahari terbenam, atau mereka berusaha membuat simulasi cara menggaet cewek.

3. Sket Dance

Sket Dance

Sket Dance merupakan anime yang menceritakan kehidupan (lagi-lagi) 3 orang pelajar di SMA Kaimei. 3 orang pelajar ini bernama Kazuyoshi "Switch" Usui, seorang otaku yang tech savvy, Hime "Himeko" Onizuka cewek yang selalu bawa tongkat hockey, dan pemimpinnya, Yuusuke "Bossun" Fujisaki. Mereka bertiga membentuk sebuah klub bernama SKET Brigade yang memiliki pekerjaan untuk membantu setiap orang yang meminta tolong pada klub mereka.

Tokoh serta klub mereka mirip nggak sih dengan Yorozuya di anime Gintama? Dan ternyata SKET Dance ini juga pernah kolaborasi di anime Gintama juga loh.

Kolaborasi anime SKET Dance di anime Gintama
4. Wotaku Ni Koi Wa Muzukashii: Love is hard for otaku

Wotaku Ni Koi Wa Muzukashii: Love is hard for otaku via shichigo.com

Wotaku Ni Koi Wa Muzukashii bercerita tentang kehidupan Narumi Momose yang bekerja di kantor baru. Ia berjanji kepada diri sendiri agar tidak ada rekan kerja di kantor barunya yang mengetahui bahwa dia adalah seorang otaku dan seorang fujoshi.

Eh ternyata, di kantor barunya Narumi Momose bertemu dengan teman lamanya bernama Hirotaka Nifuji yang mengetahui bahwa Narumi adalah seorang otaku. Hal ini tentu tidak diinginkan oleh Narumi karena sebelumnya ia putus dengan mantan pacarnya setelah mengetahui bahwa Narumi seorang fujoshi.

Oleh karena itu, Hirotaka menyarankan Narumi untuk berpacaran dengan sesama otaku saja, dan demikian kedua otaku tersebut kemudian berpacaran. Eits ini belum selesai, tentu saja ada drama dan humor yang diselipkan di setiap kegiatan mereka.

5. Watamote

Watamote via avante.biz
Anime keluaran tahun 2013 buatan studio animasi TV Tokyo ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari Tomoko, seorang siswi SMA yang sangat pemalu, namun ingin populer.

Kehidupan masa lalu sebelum SMA yang suram, membuatnya ingin berubah ketika menginjak SMA. Tapi, usaha yang dilakukan Tomoko ini aneh dan unik banget. Selain bikin tertawa kadang juga bikin meringis sedih karena ia sering kena apes.

Nah itu tadi rekomendasi anime genre komedi dari saya yang bisa kamu tonton selagi makan atau lagi suntuk banget banyak masalah. Oiya, dari 5 poin di atas, ada seiyuu yang sama di anime yang saya sebutkan di poin nomer 1-4 loh haha.

Selamat menonton! (*)

Review Film: Call Me By Your Name (2017)

1 comment
Review Film: Call Me By Your Name (2017) Directed by Luca Guadagnino
Jujur, awal saya menonton film Call Me by Your Name (2017) karya sutradara Luca Guadagnino ini sempat bikin malas ngelanjutin nontonnya. Hal ini mungkin disebabkan karena Call Me by Your Name yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya André Aciman bergenre drama dan romance ini mungkin kurang masuk di genre film favorit saya, hehe. Tapi yah, itu semua terobati karena visual dan jalan cerita yang dikemas yang sangat apik serta unik di film Call Me by Your Name ini. 

Elio Perlman (Timothée Chalamet) dan Oliver (Armie Hammer) di Call Me by Your Name (2017)
Alasan lain yang bikin saya penasaran untuk ikut nonton film ini adalah just follow the hype karena Call Me by Your Name sering masuk nominasi, baik di Golden Globe Awards 2018, dan juga sebagai peraih Oscar dari Academy Awards USA 2018 untuk kategori Best Adapted Screenplay. Saking seringnya Call Me by Your Name disebut dalam tiap nominasi, saya jadi bertanya-tanya apakah Call Me by Your Name ini lebih keren daripada Dunkirk-nya Christopher Nolan? Yah, saya bukan Nolan fan girl, tapi memang saya lebih menjagokan Dunkirk, Christopher Nolan, dan Hans Zimmer di ajang Golden Globes 2018 dan Oscar dari Academy Awards USA 2018, tapi ternyata Christopher Nolan dan Hans Zimmer nggak menang sih, hehe. 

Singkat cerita, saya harus tetap nonton film ini karena ini adalah jalan ninjaku. Call Me by Your Name mengambil setting di musim semi tahun 1983 di Italia bagian utara. Film ini bercerita tentang kehidupan Elio Perlman (Timothee Chalamet) yang merupakan anak dari seorang professor bernama Samuel Perlman (Michael Stuhlbarg). Seperti sebuah kebiasaan, Samuel Perlman yang seorang professor ini selalu mengajak mahasiswanya untuk mengunjungi dan tinggal di rumahnya ketika liburan. Dan kali ini yang diajak adalah Oliver (Armie Hammer). Di rumah Samuel Perlman, Oliver menempati kamar tidur yang letaknya bersebelahan dengan kamar tidur milik Elio. 

Timothee Chalamet berperan sebagai Elio Perlman di film Call Me by Your Name (2017)
Elio merupakan seorang remaja beranjak dewasa berumur 17 tahun. Seperti sewajarnya seorang remaja yang sedang asik menikmati masa pubernya, Elio juga turut menikmati fase di mana ia menyukai orang lain. Pada awal film, kita pasti sudah tahu bahwa Elio seperti sedang menjalin hubungan dengan Marzia (Esther Garrel). Tapi, seiring berjalannya waktu, ia merasa bahwa dirinya sudah berbeda. 

Elio Perlman (Timothee Chalamet) dan Marzia (Esther Garrel) di film Call Me by Your Name (2017)

By the way, saya yang bukan makhluk penyuka visual yang aesthetic ini bisa takjub dengan visual yang disajikan oleh film Call Me by Your Name.
Isi rumah Elio Perlman dan keluarga, asik banget nggak sih huhu
Pemandangan buku bertumpuk-tumpuk, berserakan, dan Elio sendiri yang memang suka membaca buku ini memang layak untuk dipandangi selama berjam-jam.   

Elio Perlman dan buku, sungguh kombinasi yang membuat mata susah untuk berkedip
Tak hanya itu, scoring dan original music dari Sufjan Stevens yang digunakan dalam film Call Me by Your Name ini memang enak sekali didengar. Ya walau scoringnya enak, di film ini kamu tetap bisa merasakan bagaimana suasana yang ada di dalam film. Seperti terasa panas, dan banyaknya lalat yang ada di film Call Me by Your Name ini. 

Saat kita menonton Call Me by Your Name, pasti akan terasa atmosfernya yang panas serta banyak lalat di film ini
Saat saya menonton film ini sampai selesai, hal yang saya sadari adalah: bingung. Ya, saya bingung terhadap cerita yang ingin disampaikan oleh film ini. Karena seperti film dan buku, biasanya pada awal cerita kita akan diperkenalkan oleh tokoh-tokohnya, lanjut kemudian perkenalan konflik, beneran ada konflik, kemudian ada solusi mengatasi konflik tersebut, kemudian berakhir. Nah, di film ini ternyata tidak ada jalan cerita seperti itu. 

Elio Perlman dan Oliver lagi sepedaan walau cuaca panas tapi tetap cetar dan cakep
Kita memang pada awalnya diperkenalkan oleh berbagai tokoh yang terlibat dalam film ini, namun kemudian ya kita dibawa untuk menonton apa yang mereka lakukan. Begitu saja. Konflik utama di film ini juga tidak digambarkan secara jelas. Tapi, jadi berasa benar-benar hidup. Kita seperti diceritakan kehidupan sehari-hari mereka semua. Ya bersepeda, ya diskusi dengan orangtua, pacaran, berenang, dan sebagainya. 

Keluarga Perlman sedang berdiskusi bareng
Saya sempat melihat, ada review di Goodreads tentang novel Call Me by Your Name ini yang mengatakan bahwa novelnya membosankan, dan ya, tidak sebagus filmnya. Eum, bisa jadi sih. Ya, film ini aja ceritanya memang tidak jelas, tapi di antara ketidakjelasannya itu, Call Me by Your Name mampu menceritakan ketidakjelasannya dengan baik. Sangat baik. Saya bahkan sampai menonton dan mendengarkannya berulang kali.

Nah, buat kamu yang penasaran terhadap cerita dari film Call Me by Your Name, well, selamat menonton!

Rekomendasi 4 Anime Horor yang Wajib Kamu Tonton

5 comments

4 Rekomendasi Anime Horor yang Wajib Kamu Tonton
Hai halo semua. Maaf sudah lama saya tidak menulis di sini. Saya tergoda untuk melakukan aktivitas lainnya, seperti membaca buku dan menonton series. Hehe. Akhir-akhir ini saya sering menonton series Agent of Shield, Sherlock Holmes, Game of Thrones, dan 13 Reasons Why. Iya, 13 Reasons Why. Jangan salah, saya bahkan sampai bikin list nonton per harinya, agar tahu seberapa besar pencapaian dalam hal menonton. Hehe.

Oiya, untuk anime, akhir-akhir ini saya memutuskan untuk menonton Gintama.  Eh sejak tahun lalu deh saya memutuskan untuk menonton anime ini. Padahal hypenya Gintama itu udah lama banget, tapi saya baru nonton sekarang, ya karena banyak orang yang bilang kalau Gintama itu keren banget. Sejak saat itu, saya bertekad untuk menonton Gintama, paling tidak 1 episode setiap hari. Hahaha niat banget ya, woiya jelas kan itu adalah wujud jalan ninjaku.

Selain anime bergenre komedi seperti Gintama, saya juga penggemar anime bergenre horor. Ya, Cuma anime saja saya berani nonton yang horor-hororan. Sampai saya coba satu-satu, mana nih yang creepy banget, mana nih yang biasa aja, dan sebagainya.

Nah, buat kamu yang pengin nonton anime horor, tapi masih bingung apa aja sih anime yang recommended? Saya akan membagikan anime horor yang menurut saya layak untuk ditonton ya, dimulai dari nomor 4 berarti saya ngga begitu creepy waktu nonton, sampai yang nomor 1.

Yuk cus!

4. Jigoku Shoujo

Jigoku Soujo
Jigoku Shoujo, seperti dari namanya, jigoku berarti neraka, dan shoujo berarti gadis. Anime ini menceritakan tentang Enma Ai, seorang gadis neraka yang "membantu" orang-orang dengan cara yang unik, yaitu membantu orang di dunia membalaskan dendamnya. Jadi, misal kamu memiliki dendam terhadap seseorang, tinggal mengakses website 'Tautan Neraka' milik Enma Ai, dan tulis nama orang yang akan dikirim neraka di laman website tersebut.

Sebuah website bernama Tautan Neraka untuk membalaskan dendam di anime Jigoku Shoujo
Setelah itu, Enma Ai akan datang, dan memberikan sebuah boneka jerami yang terdapat tali berwarna merah. Jika benar-benar ingin mengirim seseorang ke neraka, maka tinggal tarik tali tersebut, kemudian orang tersebut akan disiksa terlebih dahulu, kemudian dikirim ke neraka. Namun, hal ini bukan tanpa konsekuensi, yaitu  orang yang mengirim orang lain ke neraka, akan mendapat sebuah tanda di bagian dadanya, kemudian ketika mati juga akan berada di neraka. Tanda yang muncul ini juga tidak akan hilang, walau dihilangkan dengan cara apapun.

Tapi anime ini nggak hanya bercerita tentang hal itu saja, melainkan ada kisah tentang latar belakang masa lalu Enma Ai yang kelam, dan ada orang yang menyelidiki keberadaan Enma Ai ini yang membuat anime ini terasa nagih untuk selalu ditonton.

3. Yamishibai: Japanese Ghost Stories

Yamishibai: Japanese Ghost Storis
Anime besutan sutradara Takashi Shimizu dan Noboru Iguchi ini telah mencapai 5 season. Anime yang termasuk dari jaringan TV Tokyo ini benar-benar sangat unik. Ketika menontonnya, kita seperti sedang diceritakan oleh seorang kakek, yang bercerita tentang kisah-kisah menyeramkan. Kakek yang bertopeng tersebut juga seperti sedang menceritakan kepada anak-anak, tepat pukul jam 5 sore. Anak-anak yang sering bermain, kemudian berkumpul mendengarkan kakek tersebut bercerita tentang kisah-kisah menyeramkan.

Anime ini unik dan beda dari yang lain, karena teknik penyajiannya yang berbeda. Yaitu seperti sedang menggerak-gerakkan kertas, yang telah lebih dahulu digambar. Kemudian cerita dimulai. Anime yang telah selesai tayang ini per episode sangat pendek, yaitu sekitar 4 menit. Namun melalui jalan cerita tentang berbagai dongeng di Jepang, teknik penyajian, serta scoring musicnya yang sangat creepy, membuat saya ingin merekomendasikan anime ini untuk kamu.

2. Another

Another
Anime ini bercerita tentang keseharian Kouichi Sakakibara, murid pindahan di SMP Yomiyama Utara, yang menempati kelas 3-3. Ternyata, pada tahun 1972 terjadi tragedi tewasnya seorang murid populer bernama Misaki, yang juga merupakan siswa kelas 3-3 SMP Yomiyama Utara, dan setelah itu terasa atmosfer gelap pada sekolah tersebut.

Ketika pindah di kelas 3-3, Sakakibara Kouichi merasa aneh, karena ada satu anak perempuan yang tidak pernah diajak bicara, dan tidak pernah dianggap ada. Gadis itu juga pernah ditemui Sakaibara Kouichi saat ia dirawat di rumah sakit. Kebetulan, gadis itu juga bernama Misaki, yang namanya sama dengan gadis yang tewas pada tahun 1972 tersebut.

Lalu, apakah rahasia dari Misaki, teman sekelas Sakakibara Kouchi tersebut? Serta apa rahasia dari teror yang menyelimuti kelas 3-3 SMP Yomiyama Utara? Kamu harus menonton 12 episode dari anime Another ini deh! Scoringnya yang creepy dan tone yang cukup gelap serta adegannya yang cukup sadis, memang sukses bikin merinding dan tegang.

Hati-hati, ada banyak adegan muncrat darah di anime ini

1.  Junji Ito: Collection

Junji Ito: Collection
Karena saya selalu mencari suasana yang creepy dan tone dark dalam menonton anime horror, akhirnya saya puas ketika menonton anime dari Junji Ito, dengan judul Junji Ito: Collection ini. Anime yang telah selesai tayang 21 Maret 2018 lalu dengan total 12 episode ini memang sesuai ekspektasi saya. Ada adegan gore, serta hantu atau jump scare yang pas. 

Sayangnya, menurut website myanimelist.net, anime ini hanya mendapat rating 6.19 saja, so sad. Tapi untuk kamu yang suka dengan anime horror, anime dari Junji Ito ini sangat layak kamu coba. Jangan lupa baca komiknya juga ya!

Well, selamat menonton!