Hello!
My name is Justina Landhiani

Writer // Marvel addict // Thanks for taking a look at my blog

Menjadi Ekstrovert yang Menyenangkan di Media Sosial

13 comments
Instagram via Pixabay.com

Jika dahulu saya harus berterimakasih kepada Facebook dan Twitter, mungkin sekarang saya harus berterimakasih kepada Instagram. Yeah, Instagram membuat saya mengerti teman saya si A sedang menonton film Logan, teman saya si B sedang makan siang bersama sahabat-sahabatnya, dan teman saya si C dan D sedang asik berdiskusi tentang proses regenerasi sel dalam ilmu biologi yang dihubungkan ke film Logan. Cukup satu klik, saya dapat mengetahui semuanya, dan tentu saja saya harus mau berkorban kuota data yang makin menipis demi melihat aktivitas teman-teman saya.

Saya memulai membuat akun Instagram ketika feeds Instagram masih dihiasi pemandangan alam, oleh karena itu tergerak hati saya untuk mengunggah beberapa jepretan amatir tentang pemandangan alam. Namun beberapa tahun kemudian setelah penggunaan Facebook dan Twitter mulai tergeser oleh Instagram, feeds Instagram menjadi semakin menarik. Ada yang ingin menampilkan kegiatannya sehari-hari, ada yang mengunggah kembali unggahan akun Instagram lain, ada yang menampilkan foto muka sebanyak empat kali dan sebagainya. Saya kesal? Justru tidak. Karena Instagram memiliki fitur follow dan unfollow yang mudah untuk digunakan ketika kita tidak menyukai suatu unggahan foto yang ada di feeds kita. Kalau enggak suka, ya tinggal unfollow, kalau suka ya di-love, kalau mau tetap update ya tinggal klik follow. Mudah!

Setelah Instagram meluncurkan fitur story-nya, saya jadi merasa kembali ke era ajang unjuk gigi seperti masa kejayaan mengunggah status di Facebook. Lewat Instastory saya dapat mengetahui kegiatan teman-teman saya di 24 jam terakhir. Ada yang hanya mengunggah tulisan,"Ngantuk :(", dan ada juga yang mengunggah rekaman video ketika akan menonton film bersama, makan siang bersama, dan sebagainya.

Yang menjadi ganjalan di hati saya adalah, ketika penggunaan Instagram berujung menyakiti orang lain. Seperti ketika kita mengunggah suatu foto tentang teman kita, namun dengan tanpa permisi atau tanpa persetujuan teman kita, apakah kita tetap tega untuk mengunggahnya? Contoh lain lagi, ketika kita menonton film di bioskop, apakah layak jika kita merekam adegan film tersebut kemudian diunggah di Instastory atau Live di Instagram?

Selain konten yang berujung menyakiti orang lain, kita sebaiknya juga sadar bahwa sesuatu yang sudah kita bagikan ke media sosial, entah sudah menerapkan private mode atau tidak, konten tersebut akan selamanya ada. Entah media sosial yang kita gunakan menerapkan konten yang dapat hilang dalam waktu 24 jam seperti di Instastory atau tidak, konten yang kita unggah akan selamanya ada. Selain itu, akan selalu ada orang yang terobsesi dengan kita. Semua informasi tentang kita adalah harta karun yang berharga bagi orang tersebut.
Tanpa kamu sadari, selalu ada orang yang mengawasi kamu..
Persoalan privasi dari penggunaan Instagram sepertinya masih kabur atau kurang kita pahami. Jadi kitalah sebagai penggunanya yang seharusnya lebih bijak dalam menggunakannya. Because your world is in your hand.

Evolusi Logan “Wolverine” dari Masa ke Masa

15 comments
Wolverine via CartoonBros
Wolverine yang merupakan salah satu karakter yang cukup menonjol di film X-Men adalah mutan yang memiliki kemampuan untuk meregenerasi sel-selnya yang rusak secara cepat atau lebih cepat dibandingkan kemampuan regenerasi sel manusia biasa. Namun kecepatan regenerasi sel-sel wolverine tergantung dari tingkat keparahan dari kerusakan sel yang dideritanya. Selain itu, karena mampu meregenerasi sel yang lebih cepat dari manusia biasa, hal ini menyebabkan Wolverine jadi awet muda karena mampu memperlambat efek dari proses penuaan. 

Pertama kali saya mengenal karakter Wolverine, yaitu di film Wolverine ketika berpetualang di negeri Samurai, Jepang. Setelah nonton Wolverine, saya jadi kesengsem banget dengan Hugh Jackman, pemeran karakter Wolverine atau Logan ini. Berawal dari kesengsem, berlanjut ke kepo. Ibaratnya, ketika kamu punya gebetan, kamu bakal melacak semua media sosialnya, seperti saya yang sedang menyukai Logan atau Wolverine, yang membuat saya bernafsu untuk menonton semua film yang dia bintangi sebagai berikut.

1. X-Men (2000)
Hasil gambar untuk x men (2000) logan
X-Men (2000)
Film ini mengisahkan awal mula Rogue (Anna Raquin) dan Logan bertemu dan mulai mengembara bersama. Namun, Xavier (Patrick Stewart) selalu mengawasi mereka hingga kemudian Xavier membawa mereka ke sekolah mutan miliknya sebelum terjadi hal yang buruk. Ternyata pihak Magneto dan Raven yang sangat membenci manusia berencana untuk mengubah pemimpin dunia di dalam sebuah konferensi PBB menjadi mutan dengan mesin dan dibantu oleh Rogue yang sebelumnya telah berhasil diculik Magneto dan kawan-kawan.

2. X2 (2003)
Hasil gambar untuk x2 xmen logan
X-Men X2
Dalam film ini, diceritakan tentang Stryker yang berusaha untuk menyerang markas milik Xavier dan merebut cerebro. Selain itu, Stryker juga mengambil alih kemampuan Xavier dengan menggunakan Cerebro untuk menemukan mutan yang tersebar di seluruh dunia sehingga tujuannya memusnahkan seluruh mutan tercapai. Di film ini, Logan terlihat masih sangat muda dan mulai timbul persaingan dengan Scott untuk merebutkan hati Jean. Namun sayangnya, Jean tewas dalam pertempuran terakhir dengan pihak Stryker.

3. X-Men The Last Stand (2006)
Hasil gambar untuk LOGAN kill jean X MEN THE lAST STAnd
X-Men The Last Stand
Sama dengan film X-men sebelumnya, X-Men The Last Stand masih membawa topik tentang manusia biasa versus mutan. Dalam film ini tidak lagi melibatkan Stryker melawan mutan, namun mutan versus mutan yang pro dengan manusia. Mutan yang pro manusia dipimpin oleh Xavier, dengan alasan mutan mampu bekerja sama dengan manusia biasa untuk mewujudkan kedamaian di dunia. Sedangkan mutan yang memusuhi manusia biasa dipimpin oleh Erick Lainsher yang sangat dendam dengan manusia, selain itu Erick mampu merekrut Jean yang sebelumnya dibangkitkan oleh Xavier. Di film ini Logan masih patah hati karena ditinggal selamanya oleh Jean, namun kemudian dia lah yang akhirnya harus membunuh Jean ketika Jean mampu hidup kembali. Dan hal tersebut merupakan mimpi buruk bagi Logan yang terus menghantuinya selamanya.

4. X-Men Origins-Wolverines (2009)
Di film ini, kita bisa mengetahui masa kecil Logan, ketika dia mulai kesakitan karena tanda-tanda dia memiliki cakar mulai terlihat. Logan yang pada saat itu diperankan oleh Troye Sivan.

Young Logan via E! Online
Di film ini diceritakan Logan yang kebingungan setelah mengetahui dirinya adalah mutan. Namun, dia ditemani oleh saudaranya, Victor (Liev Schribber) yang juga seorang mutan, bergabung dengan pasukan khusus Stryker. Di pertengahan cerita, Logan mulai tidak nyaman dengan profesinya sebagai pasukan khusus Stryker dan mulai membenci perilaku Victor yang menyukai menyiksa orang dan selalu menikmati peperangan, yang berujung perpisahannya dengan Victor. Victor tidak terima ditinggal Logan, dan mulai meneror kehidupannya. Logan mau tidak mau akhirnya menuruti kemauan Stryker untuk menjadi mutan yang lebih kuat, dengan dimasukkannya logam adamantium ke tubuhnya.

5. X-Men First Class (2011)
 Film ini secara keseluruhan bercerita tentang masa kecil Xavier dan pertemuannya dengan Raven. Kemudian, mereka bertemu dengan anak muda yang bermasalah dengan nazi, Erick Lanshier yang kemudian menuntun mereka untuk menemukan mutan-mutan yang bernasib sama dengan mereka, salah satunya adalah Logan, yang dijawabnya dengan sangat mudah

Gambar terkait
X-Men First Class
6. The Wolverine (2013)
Film ini merupakan spin off dari X-men The Last Stand yang bercerita tentang Logan yang masih susah move on telah membunuh kekasihnya, Jean. Hal tersebut ternyata menjadi mimpi buruk Logan yang mampu membuat hidupnya semakin awut-awutan. 
Hasil gambar untuk logan the wolverine 2013
Aku jadi awut-awutan karena kau tiada, mbak Jean
Di film ini Logan bertarung melawan sekawanan Yakuzha di Jepang, karena mengabulkan permintaan terakhir oleh Yashida, seorang tentara Jepang yang dulu pernah ditolongnya ketika terjadi bom atom di Jepang. Ternyata Yashida memiliki keinginan untuk hidup abadi seperti Logan, dan berkeinginan untuk menyedot kemampuan Logan serta adamantium yang ada di dalam tubuh Logan. 

7. X-Men: Days of Future Past (2014)
Hasil gambar untuk logan x men days of future past
X-Men Days of Future Past
X-Men Days of Future Past mengisahkan tentang kiamat untuk para mutan. Mutan harus menghadapi musuh abadi mereka, yaitu Sentinel. Sentinel merupakan robot yang memiliki kemampuan seperti Raven yang mampu berubah menjadi siapa saja. Sentinel mampu mendeteksi lokasi mutan, serta mengetahui kelemahan mutan sehingga mutan dapat musnah karena dihancurkan oleh Sentinel. Keadaan mutan sangat terpojok, sehingga Xavier mengerahkan kemampuan dirinya untuk mengirim seseorang ke masa lalu ketika proyek pengadaan Sentinel sedang diajukan dan merekayasanya supaya program Sentinel tidak dilaksanakan. Dan seseorang yang terpilih untuk pergi ke masa lalu adalah Logan yang mampu mengobati dan menyembuhkan dirinya secepat dirinya terluka. *uhuk*
Salah satu adegan paling menarik di film ini adalah ketika Xavier membalas penolakan Logan untuk bergabung dengan dirinya dan Erick di film X-Men First Class.
Gambar terkait

8. Deadpool (2016)
Hasil gambar untuk logan deadpool
Deadpool
Film yang bercerita tentang kehidupan Wade Wilson ini seperti mengacak-acak dan menyindir timeline film X-Men yang kacau. Seperti kita ketahui, Wade Wilson pernah muncul di film X-Men Origins sebagai salah satu mutan buatan Stryker menjadi mesin pembunuh yang tidak memiliki mulut karena ya, terlalu cerewet. Di film ini, Wade Wilson tetap memiliki karakter seperti di X-Men Origins namun sangat kocak dan selalu mengejek Logan. Jadi, jika kamu ingin menikmati Deadpool tanpa roaming, ada baiknya untuk menonton film X-Men Origins terlebih dahulu.

9. X-Men Days of Apocalypse (2016)
X-Men Days of Apocalypse bercerita tentang bangkitnya mutan tertua di dunia, yaitu En Sabah Nur. En Sabah Nur kemudian merekrut beberapa mutan yang kemudian dikenal dengan The Four Horsemen. En Sabah Nur beserta The Four Horsemen kemudian berusaha untuk menghancurkan dunia yang sekarang dan diganti dengan yang baru sesuai keinginan En Sabah Nur, namun keinginan tersebut dilawan oleh Xavier dan kawan-kawan. Di film ini Logan hanya nampak sekali ketika dibebaskan oleh Jean dari sebuah sel khusus milik Stryker. Di film ini Logan masih terlihat kacau dan belum mengenali siapa kawan dan lawannya, sehingga sangat berbahaya untuk berada di dekat Logan. 

10. Logan (2017)
Sinopsis / Plot Cerita Film Logan (2017)
Logan
Dalam film ini, Logan tampak sudah tua dan kondisi pemulihan sel-selnya makin melemah. Di film ini kita akan melihat penampilan terkahir Hugh Jackman menjadi Wolverine. Film ini berlatar belakang tahun 2029 mengikuti timeline X-Men setelah X-Men Days of Future Past. Seperti apa petualangan Logan kali ini? Kita dapat menontonnya di bioskop mulai Maret tahun ini, selamat menonton!



Film Romantis yang Harus Kamu Tonton Ketika Jatuh Cinta

16 comments
Like Crazy

Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Kalau kata pepatah Jawa, ketika jatuh cinta, tahi akan terasa seperti hati, yah walaupun saya yang sebagai orang Jawa belum pernah merasakan tahi. Ibaratnya, ketika jatuh cinta, minum kopimik di HIK (Hidangan Istimewa Kampung) akan terasa seperti minum frappucino di starbak, diminum seiprit-iprit agar bisa berlama-lama ngobrol ngalur ngidul dengan kangmas. Jatuh cinta juga akan membuat kita mau bersusah payah demi mendapatkan perhatian dan pengakuannya, seperti Spongebob yang rela lembur di Krusty Krab agar selalu dapat membuat Krabby Patty kesukaannya meskipun dibayar rendah oleh Mr. Crab. Namun sayangnya, banyak orang yang kelimpungan dan lupa diri ketika jatuh cinta. Oleh karena itu, saya merekomendasikan film yang patut ditonton agar tidak lupa diri ketika jatuh cinta.

1. Like Crazy (2011)
Like Crazy

Film yang disutradarai oleh Drake Doremus ini bercerita tentang Jacob (Anton Yelchin) yang sedang menjalin hubungan asmara dengan Anna (Felicity Jones), seorang exchange student dari London, dan mereka sama-sama berada di kelas yang sama ketika berkuliah. Di awal cerita kita akan disuguhi manisnya hubungan mereka seperti membaca buku bersama, mengomentari tulisan yang dibuat Anna, dan yang romantis sekali adalah ketika Jacob menghadiahi Anna sebuah kursi. Ya, walau kursi memang kado yang sederhana, namun dibuat dan dirancang khusus untuk Anna (Jacob merupakan lulusan Desain) sehingga Anna merasa kursi ini sangat spesial. Namun menurut saya, mereka terlalu mabuk cinta. Hingga suatu hari, Anna memutuskan untuk kembali ke London untuk memperpanjang visa miliknya namun batal karena Anna tidak mau terpisah lama dengan Jacob. Keputusan Anna ini menjadi bumerang bagi hubungannya, karena ketika visanya sudah expired, dia tidak bisa lagi ke LA untuk bertemu Jacob. Terpaksa mereka berdua melakukan hubungan jarak jauh, LA-London agar hubungan mereka tetap awet. Ya, tahu begitu kan lebih baik dari dulu memperpanjang visa, daripada harus hubungan jarak jauh yang bikin nggiles ati heuheu. Oiya, film ini menurut saya merupakan film romantis paling keren yang pernah saya tonton. Penggambaran karakter, suasana serta scoring music-nya yang sangat menyentuh membuat saya ikut mimbik-mimbik ketika nonton.

2. Paper Towns (2015)
Paper Towns

Paper Towns merupakan film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan John Green. Film yang disutradarai oleh Jake Schreier menceritakan tentang Quentine atau Q yang diperankan oleh Nat Wolff, seorang siswa dan anak baik-baik di sekolah dan di rumah. Quentine selalu merencanakan dengan baik apa yang akan dilakukannya serta selalu menghindari konflik atau apapun yang akan mengancam masa depannya. Berbeda dengan Margo (Cara Delevingne), tetangga Q yang juga merupakan anak populer di sekolah Q. Margo merupakan cewek petualang sejati yang berani melakukan apapun dan cuek dengan konsekuensi dari perbuatannya. Semua orang menyukai Margo, tak terkecuali Q, namun Q hanya bisa memendam rasanya terhadap Margo. Hingga suatu malam, tiba-tiba Margo menyelinap masuk ke dalam kamarnya, untuk melaksanakan balas dendam kepada mantan pacar Margo dan teman yang berkhianat kepadanya. Sejak malam itu, Q mulai menaruh harapan kepada Margo, namun esoknya Margo menghilang dan meninggalkan teka-teki yang dirasa oleh Q bahwa petunjuk tersebut adalah tanda untuk Q agar menemukan Margo.

Akhirnya Q dan teman-temannya sepakat untuk menemukan Margo, walau tempat Margo berada berjarak dua belas ribu mill dari Q. Mungkin Q mengilhami lagu milik Didi Kempot sebagai penyemangatnya menemukan Margo.
Sewo kuto uwis tak liwati
Sewu ati tak takoni
Nanging kabeh
Podo rangerteni
Lungamu neng endi
Pirang tahun aku nggoleki
Seprene durung biso nemoni

Wis tak coba
Nglaliake jenengmu
Soko atiku
Sak tenane aku ora ngapusi
Isih tresno sliramu
Namun, setelah bertemu dengan Margo, Margo malah heran mengapa Q datang mencarinya. Dan akhirnya, Q sadar, bahwa Margo hanyalah seorang gadis biasa, dan tidak spesial. Saking tidak spesialnya, Q menyesal telah membuang energi terlalu banyak untuk Margo, kemudian dia kembali ke teman-temannya dan berpesta prom bersama. Di sini saya salut dengan Q, dia langsung bisa move on untuk kembali menjalani hidupnya agar masa depannya tidak hancur hanya karena Margo.

3. 500 Days of Summer (2009)
500 Days of Summer

500 Days of Summer garapan sutradara Marc Webb yang dibintangi oleh Zooey Deschanel dan Joseph Gordon-Levitt memang menjadi film paling menyebalkan namun paling disukai oleh semua orang. Film ini bercerita tentang kehidupan Tom Hansen (Joseph Gordon-Levitt ) yang membosankan, berubah menjadi menyenangkan setelah bertemu dengan Summer (Zooey Deschanel). Menyukai lagu yang sama, menonton film bersama, main ke IKEA sampai ditontonin orang-orang, sampai mencoba "posisi" di ranjang bersama mereka lakukan. Ya, siapa yang tidak bahagia melakukan hal tersebut bersama gadis cantik seperti Summer. Penonton kemudan digiring untuk terus menonton adegan demi adegan film tersebut yang semula film romantis menjadi film horor, Tom Hansen harus menelan pil pahit bahwa Summer akan menikah, dengan orang lain. Belajar dari film ini, baiknya kalau kita ingin berharap lebih kepada seseorang, lebih baik dipastikan bahwa orang tersebut memiliki keinginan yang sama dengan kita, karena walaupun memiliki kegemaran dan hobi yang sama, itu bukan berarti orang tersebut ingin bersama kita, ya..daripada terjebak friendzone.

4. Blue Valentine (2010)
Blue Valentine

Film yang disutradarai oleh Derek Cianfrance ini menceritakan tentang pasang surut kehidupan rumah tangga Dean (Ryan Gosling) dan Cindy (Michelle Williams). Saya sebetulnya agak malas menonton film romantis, namun ada blog yang merekomendasikan film ini, sehingga saya menguatkan diri menonton film ini sampai habis. Ini adalah jalan ninjaku! Eh? Hehehe. Seperti film romantis pada umumnya, film ini menceritakan kisah cinta Cindy dan Dean dari awal perkenalan, manisnya berpacaran, hingga menikah. Bedanya, film ini mengemas jalan cerita yang sudah biasa tersebut menjadi lebih menarik dengan mengombinasikan kehidupan rumah tangga mereka yang sedang bermasalah kemudian langsung flashback secara halus ketika mereka berdua masih berpacaran. Hal tersebut membuat saya miris. Ketika pacaran semua tampak indah, namun kemudian ketika menikah masalah mulai berdatangan untuk menguji hubungan tersebut. Yah, hubungan apapun pasti ada pasang surut, dan tergantung masing-masing individunya ingin mempertahankan atau tidak.

5. P.S. I Love You
P.S. I Love You

P.S. I love you garapan sutradara Richard LaGravenese ini bercerita tentang hubungan rumah tangga Holly (Hillary Swank) dengan Gerry (Gerard Butler). Film dibuka dengan adegan pertengkaran mereka yang kemudian langsung baikan lagi. Ya, seperti pacaran putus-nyambung. Namun suatu hari, Holly tidak dapat bermain putus-nyambung lagi dengan Gerry karena Gerry meninggal dunia akibat tumor otak. Holly yang masih shock karena telah menjadi janda muda, mulai menarik diri dari pergaulan teman-temanya. Hingga pada hari ulang tahunnya yang ke-30, dia mendapatkan kado istimewa dari Gerry. Ya, memang Gerry sudah merencanakan hal tersebut sebelum meninggal dunia. Film ini sedikit banyak mengajarkan untuk selalu menghargai siapapun apalagi orang terdekat, karena jika orang tersebut sudah meninggal dunia, yang ada hanyalah penyesalan karena belum membuatnya bahagia.

Well, itulah film yang saya rekomendasikan agar kita tetap memijak bumi kala jatuh cinta hahahaha. Kalau menurutmu bagaimana, apakah ada film yang harus ditonton lagi? Boleh tulis di kolom komentar ya. Selamat menonton!

Hal-Hal Menarik dari Attack On Titan yang Related dengan Kehidupan Kita

8 comments
Attack On Titan via daily.com

Attack on Titan atau Shingeki No Kyojin merupakan manga yang kemudian diadaptasi ke serial anime dan live action. Manga karya Hajime Isayama yang bergenre fantasi ini pada tahun 2014 sukses merebut banyak penggemar di Indonesia. Baru saja pula Attack on Titan merilis teaser season 2 terbarunya.

Sayangnya, selain sayang kamu, saya baru saja menikmati karya Hajime Isayama ini. Heuheuheu. Saya kira Attack on Titan akan berujung pertarungan tiada henti seperti Naruto atau pun One Piece. Woops! No offense ya, bukan bermaksud untuk menjelekkan, saya akui dua anime tersebut sangat luar biasa! Ya, semua kembali ke persoalan selera, karena kadang saya menikmati seri yang langsung cepat selesai seperti Death Note, atau Kungfu Komang yang saya mampu membacanya tanpa mengurutkan nomor seri komiknya. Hei, Kungfu Komang benar-benar obat stres paling asik. Haha.

Attack on Titan menceritakan (mostly) tentang perjuangan Eren, Mikasa dan Armin melawan titan yang menyerang tempat tinggal mereka dan memakan orang terdekat mereka. Selain itu, tujuan adanya titan ini pun masih misteri, titan juga tidak tertarik terhadap makhluk hidup lain selain manusia, serta dia mampu bertahan hidup jika tidak memangsa manusia.

Attack on Titan

Pertama kali saya menonton Attack on Titan, well...saya benar-benar menikmatinya dari opening sampai ending. Opening song-nya benar-benar bikin semangat. Well saya akan menjabarkan beberapa hal yang membuat saya mind blowing dan mengucapkan "Oh iya ya!"

1. Tidak Ada yang Dapat Menekan Rasa Ingin Tahu Manusia


Di episode pertama, Eren ingin bergabung ke dalam Recon Corps, namun Carla,ibunya tidak menyetujui karena sama saja membahayakan nyawa Eren. Eren tetap bersikeras ingin pergi ke luar dinding karena dia ingin melihat dan mempelajari dunia luar, dan tidak mau mati di dalam dinding ini tanpa mengetahui ada apa di luar sana. Menurut saya, rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi harus dimiliki oleh setiap manusia agar kita tidak cepat puas dan pasrah terhadap semua yang terjadi pada diri kita. Dengan rasa ingin tahu akan mendorong kita untuk belajar lebih banyak dan mengetahui apa yang kita belum tahu meskipun hal tersebut adalah hal yang tidak menyenangkan.

2. Demi Kebaikan Manusia yang Lain, Sebagian Manusia Harus Berkorban


Yah, entahlah ini humanis atau bukan, tapi di Attack on Titan khususnya di episode 2, diceritakan bahwa pengungsi dari Desa Shinganshina harus kembali ke desa mereka karena persediaan makanan yang sangat terbatas. Hal ini ternyata cukup efektif untuk menghemat cadangan makanan desa yang dijadikan tempat pengungsian. Warga Desa Shinganshina yang kembali ke desa tercatat hanya 100 orang yang selamat dari 250.000 orang yang mengungsi. Yah, kemanusiaan itu membingungkan, menurut saya, seperti  teori oleh Malthus yang menjadi inti cerita di film Inferno. Intinya adalah agar sebagian manusia tetap hidup, sebagian manusia yang lain harus berkorban, daripada semua harus tewas.

3. Dunia Ini Kejam

Di episode 6 kita dibawa ke dalam ingatan masa kecil Mikasa. Mikasa yang menjadi top class di akademi militer dan memiliki kemampuan bertarung yang luar biasa membuat banyak orang penasaran terhadap apa yang membuat Mikasa demikian. Ternyata, sejak kecil Mikasa telah belajar bahwa dunia ini kejam, dan berkali-kali dia melihatnya. Seperti ketika dia melihat seekor capung yang memangsa seekor kupu-kupu, dan pada saat ayahnya mampu menembak seekor itik. Selain itu ketika Mikasa kecil, ayah dan ibunya dibunuh secara kejam dan dia akan dijual karena Mikasa memiliki marga Ackerman yang bernilai tinggi. Jadi, manusia dan manusia juga saling membunuh dan bertarung satu sama lain, lalu mengapa Titan tidak boleh memangsa manusia? Padahal peperangan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa yang sangat banyak sering terjadi, dalam hal ini manusia tidaklah beda dengan titan.

4. Manusia Adalah Budak dari Sesuatu

Kenny Ackerman
Di chapter 69, Kenny Ackerman yang sekarat berbincang kepada Levi, bahwa semua manusia yang dia lihat adalah sama. Semua manusia memiliki sesuatu yang mereka impikan, itulah yang membuat mereka terus maju dan mau berjuang. Manusia adalah budak dari sesuatu itu, yang dapat berwujud alkohol, wanita, kekuasaan dengan berpura-pura menjadi dewa, keluarga, Raja, impian, anak-anak, dan kekuatan.

5. Kejahatan Dibalas dengan Kejahatan Tidak Akan Menyelesaikan Masalah

Ternyata memang ada bangsa di dunia luar selain di dinding, di antaranya adalah Marley dan Eldian. Orang-orang yang tinggal di dalam dinding juga merupakan Eldian. Diceritakan bahwa leluhur Eldian yaitu Raja Fritz melakukan perjanjian dengan iblis, dan mendapatkan kekuatan titan. Titan ini digunakan untuk membangun negara, sayangnya, Eldian melakukan pembersihan etnis terhadap bangsa Marley. Hal ini menyebabkan perang besar yang akhirnya dimenangkan oleh pihak Marley. Marley yang menjadi pemenang akhirnya juga melakukan perbuatan yang sama seperti yang dilakukan oleh Eldian, seperti diskriminasi, pembatasan aktivitas terhadap Eldian dan kebencian yang luar biasa membuat Marley berhak melakukan kekerasan apapun terhadap Eldian. Sebelum saya mengetahui akan hal ini, saya sempat bingung, mengapa Eldian dan Marley tidak berdamai saja ya? Ya kalau mereka berdamai, saya tidak akan menikmati Attack on Titan ini dong heuheu bagaimana sih haha. Melihat akan hal ini saya jadi ingat nasehat neneknya Marjane Satrapi ketika kecil,
"Dalam hidup kau akan bertemu banyak orang jahat. Kalau mereka menyakitimu, katakan pada dirimu sendiri, itu karena mereka bodoh. Hal itu akan membantu mencegahmu bereaksi pada kekejaman mereka. Karena tidak ada yang lebih buruk daripada kebencian dan balas dendam. Selalu jaga martabatmu dan jujurlah pada dirimu sendiri."

6. Sayangi Ibumu dan Belilah Komik Aslinya Ketika Sudah Terbit di Kotamu

Eren and His Mom 

Eren sangat membenci titan khususnya Smilling Titan karena titan tersebut telah memakan ibunya hidup-hidup di depan Eren. Di episode kedua digambarkan flashback Eren dengan ibunya yang membuat Eren semakin sedih. Ya, dulu ketika Ibunya masih hidup, Eren sering membantahnya, dan hal tersebut mungkin membuat Eren semakin menyesal.

Nah, kalau komiknya sudah terbit, jangan lupa beli ya, kalau belum ada duit semoga segera diberi kelimpahan rezeki biar rezekinya muter sampai pihak penerbit dan Hajime Isayama. Hehe. Selamat membaca dan selamat menonton!

Review The Girl on The Train (2016) dan Gone Girl (2014)

4 comments

Entah mengapa kedua judul film di atas sama-sama menggunakan kata Girl, dan sama-sama diangkat dari novel. Mulai dari The Girl On The Train ya, film yang tayang tahun 2016 ini sempat dikabarkan akan menjadi Gone Girl-nya 2016. Namun setelah rilis, The Girl On The Train ternyata tidak mampu menjawab ekspektasi banyak orang. Film yang disutradari oleh Tate Tylor bercerita tentang Rachel (Emily Blunt) yang setiap hari menumpang kereta untuk bekerja. Setiap hari itu pula Rachel selalu memandang rumah yang dilewati kereta dan terpikat dengan kehidupan pasangan suami istri, Megan (Haley Bennet) dan Scott (Luke Evans) yang menurutnya romantis. Dekat dengan rumah Megan, terdapat bekas rumah Rachel. Ya, Rachel dulu tinggal di rumah tersebut bersama mantan suaminya, Tom (Justin Theroux) dan masih kesulitan untuk melupakan kenangan bersama suaminya, sehingga setiap hari dia selalu menatap rumah tersebut sampai meneror keluarga mantan suaminya (suaminya telah menikah dengan selingkuhannya).

Film ini membagi cerita menjadi tiga bagian sesuai novelnya, yaitu Rachel, Megan dan Anna, sama-sama memiliki hubungan dengan Tom. Rachel sebagai mantan istri Tom, Anna (Rebecca Ferguson) adalah istri Tom yang baru, dan juga merupakan selingkuhannya ketika masih berumah tangga dengan Rachel, serta Megan sebagai pengasuh anak dari Anna dan Tom. Cerita mulai memuncak ketika Rachel menemukan dirinya di atas kasur dengan bersimbah darah, dan Megan yang hilang. Kecurigaan pertama mengarah ke psikiater Megan, Dr. Kamal Abdic (Edgar Ramirez), kemudian Scott, hingga tuduhan sampai pada Rachel.

Sedangkan film Gone Girl yang diangkat dari novel karangan Gillian Flynn bercerita tentang Amy Elliott Dunne (Rosamund Pike) yang menikah dengan Nick Dunne  (Ben Affleck). Amy yang dikenal dengan The Amazing Amy merupakan anak kesayangan Amerika, sehingga pernikahan mereka bagaikan relationship goals bagi semua orang. Setelah menikah, Nick rupanya mulai menampakkan kebiasaan buruknya, seperti menjadi pemalas, mengharapkan Amy mencintainya apa adanya, sering pergi ke luar rumah, dan mulai berselingkuh dengan muridnya. Amy merasa dia telah berubah menjadi seorang wanita yang dulu sering diejeknya. Tak terima akan hal itu, Amy mulai melakukan berbagai trik untuk menguji kesetiaan Nick, dan akhirnya menjebak Nick dengan menjadikannya tersangka pembunuhan terhadap dirinya. Ya, Amy menganggap bahwa perlakuan Nick sama dengan membunuh kehormatannya, oleh karena itu Nick harus dibunuh dan semua orang harus membencinya. And she did it.

Walaupun banyak yang menyatakan bahwa The Girl On The Train sangat di bawah ekspektasi dan jauh dari Gone Girl, saya amat sangat menikmati dua film ini. The Girl On The Train bercerita tentang tiga wanita yang rapuh karena "kurang menghargai dirinya" sendiri, sedangkan Gone Girl tentang wanita yang tahu bahwa dirinya berharga dan tidak ingin ada seorang pun yang dapat mencoreng kehormatannya. Pada The Girl On The Train, Rachel, Megan dan Anna selalu dibutakan dengan cinta kepada seorang laki-laki hingga selalu melupakan setiap kesalahan dan perbuatan buruk terhadapnya. Berbeda dengan Amy yang tetap menggunakan logika pada setiap apa yang dilakukannya, dia cermat, penuh perhitungan dan sangat teliti. Dia membalas setiap perlakuan buruk yang dilakukan suaminya dengan cermat, hingga suaminya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa karena semua jebakan telah dibuat Amy dengan sangat sempurna. Benar-benar membuat saya deg-degan dan sangat menikmati dari opening sampai ending kemudian menontonnya berulangkali. Yeah, Amy benar-benar tahu bagaimana dia harus dihargai.

Well, begitulah dua film tersebut menurut saya, kalau menurutmu bagaimana? Oiya selamat menonton :D


Etika Menonton Film di Bioskop yang Baik dan Benar, Benarkah?

22 comments

Theater via pexels.com

Menonton film di bioskop menurut saya adalah suatu kemewahan. Duduk di kursi yang empuk, pengeras suara yang lebih dari speaker milik saya di rumah, serta pendingin ruangan yang dapat membuat beberapa orang kedinginan hingga saling berpelukan. Eh?

Saya jadi teringat pengalaman pertama kali saya nonton bioskop, yaitu ketika film kedua dari tetralogi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi. Canggung dan deg-degan, seperti pertama kali naik pesawat. Kecanggungan saya bertambah ketika mengetahui di dalam bioskop terdapat aturan yang benar-benar tertulis, yaitu:
1. Dilarang merekam atau mengambil gambar
2. Dilarang berisik
3. Dilarang menerima telfon
4. Dilarang menaikkan kaki ke sandaran kursi di depan
5. Dilarang membawa makanan dan minuman dari luar

Ya, saya yang pertama kali nonton bioskop sampai sekarang masih deg-degan ketika lampu mulai dipadamkan. Apakah saya sudah menonaktifkan handphone saya? Apakah saya sudah mengubah mode handphone saya menjadi silent? Apakah saya sudah mematikan mobile data saya? Sama overthinkingnya ketika saya naik pesawat. Sampai suatu ketika saya melihat tweet dari seorang selebtwit yang menjabarkan aturan-aturan yang harus dipatuhi ketika menonton bioskop, diantaranya adalah untuk tidak menyalakan handphone atau melakukan aktivitas apapun dengan handphone karena seringkali tingkat kecerahan dari layar handphone akan mengganggu kenyamanan penonton lain ketika menonton film.

Sejak saat itu, saya mengikuti aturan tersebut dengan patuh, tidak berisik, tidak berdiskusi selama film ditayangkan, tidak memainkan handphone, dan tidak membawa makanan dan minuman dari luar. Oh iya, saya juga patuh untuk tidak menyebarkan spoiler sebelum film tersebut tidak lagi tayang di bioskop. Sejak saat itu pula saya mulai merasa terganggu dengan bapak-bapak yang main handphone ketika film ditayangkan, saya juga mulai merasa terganggu dengan penonton yang membawa pizza dan membuat aromanya menguar di dalam bioskop. Sejak saat itu saya ke bioskop mulai merasakan makan hati, dan berhenti makan popcorn.

Hingga suatu ketika saya mengobrol ringan dengan Mas Bogi tentang bioskop. Saya kaget dengan bioskop yang sering dia kunjungi, di daerah Jember. Beliau ini nonton Captain America: Civil War sambil ngemil cilok. Hal serupa juga saya baca di sebuah artikel tentang menonton film di bioskop Jember. Penonton sangat ekspresif. Tidak seperti yang saya alami ketika menonton, saya harus mengontrol kapan harus tertawa, dan kapan harus menjerit ketakutan ketika menonton film horor.

Sejak saat itu pula saya sadar, saya terlalu kaku dalam bersikap. Memiliki selembar tiket seharga dua puluh lima ribu hingga tiga puluh ribu, membuat saya arogan dan merasa eksklusif. Tidak boleh ada yang melanggar kenyamanan saya yang saya tebus dengan harga tiket tersebut. Karena menonton film adalah salah satu cara untuk merayakan kehidupan. Sejak saat itu pula saya sangat menikmati menonton film di bioskop, sambil bergumam dalam hati, "Kapan ya, saya bisa ngemil sepuluh tusuk sate keong sambil nonton?".

Persepolis: Kisah Masa Kecil by Marjane “Marji” Satrapi

12 comments
Persepolis via dfuse.in

Persepolis adalah memoar Marjane Satrapi saat tumbuh besar di Iran semasa Revolusi Islam. Melalui goresan hitam-putih, Marji yang cerdas dan tak ragu mengungkapkan pikirannya menceritakan kisah hidupnya di Teheran waktu dia berusia enam hingga empat belas tahun. Kehidupan masa kecil Marji terjalin erat dengan sejarah negerinya, dia menyaksikan rezim sang shah berakhir, kemenangan Revolusi Islam dan akibat mengerikan perang dengan Irak.

Saya mengenal Persepolis kira-kira lima tahun yang lalu ketika saya mulai menginjak bangku perkuliahan. Waktu itu saya tertarik dengan film Persepolis yang ditayangkan salah satu tv swasta dan jujur saja saya tidak begitu mengerti maksudnya. Saya hanya menangkap, film ini sangat bagus, walau belum mengerti sepenuhnya isi dari film ini. Film Persepolis sendiri sudah banyak mendapatkan penghargaan, diantaranya adalah Cannes Film  Festival tahun 2007 dan sempat mendapat nominasi dalam kategori film animasi terbaik Academy Award. Tidak lama kemudian, di kampus saya menyelenggarakan sebuah book sale, dan ada buku Persepolis yang harganya hanya sepuluh ribu rupiah, tanpa pikir panjang langsung saya ambil dan bayar ke kasir. Sayangnya, saya tidak sempat membacanya hingga kemarin, tanggal 27 Oktober 2016 ini. Sebuah penyesalan yang amat sangat mendalam.

Bab pertama dibuka tentang pengenalan Marji (panggilan Marjane Satrapi) dengan jilbab. Ketika umur 10 tahun, sekolah bilingual tempatnya ditutup karena merupakan simbol kapitalisme, serta mulai dilakukan aturan penggunaan jilbab. Marji sangat bingung harus berpendapat bagaimana tentang jilbab, karena di dalam dirinya dia mengaku sangat religius, namun keluarga Marji sangat modern dan avant-grade. Saya berpendapat, Marji berpikir lebih dari orang-orang sebayanya. Dia selalu memikirkan orang lain, tentang pembantunya yang makan terpisah dengan keluarganya, neneknya yang mengalami sakit lutut, oleh karena itu Marji memutuskan bercita-cita menjadi Nabi. Pada bagian ini saya mulai tertawa melihat kelakuan Marji yang sangat menggemaskan, tapi saya tidak jadi melakukannya mengingat usia Marji sekarang mungkin sudah seusia ibu saya :(. Hingga suatu hari, ketika gurunya bertanya apa cita-citanya, yang langsung dijawab Marji dengan mantap: Nabi!, yang berujung dipanggilnya orang tua Marji ke sekolah. Hal yang membuat saya salut adalah ketika gurunya melapor pada orang tuanya, orang tua Marji sangat tidak ambil pusing dengan pola pikir Marji, dan malah memberinya banyak buku sehingga Marji lebih tercerahkan. Marji mengetahui tentang anak-anak di Palestina, Fidel Castro, tentang para pemuda Vietnam yang dibunuh orang Amerika, tentang pejuang revolusi Iran, dan tentang Marx dan Descartes.

Marji ketika menyatakan cita-citanya 

Marji mengetahui bahwa kedua orang tuanya berdemo karena pemerintahan yang terjadi sangat tidak adil. Di satu sisi, orang tua Marji juga melakukan double standard terhadap pembantunya, Mehri, seperti pemisahan tempat ketika makan, atau melarang Mehri untuk memiliki hubungan kekasih dengan tetangganya, karena Mehri hanya seorang "pelayan". Pada malam itu, Mehri menangis di kasur Marji.
"Kami tidak berada dalam kelas sosial yang sama, tapi setidaknya kami di ranjang yang sama."
Tidak hanya bab pertama yang menarik, secara keseluruhan, novel berbentuk novel grafis ini sangat luar biasa. Kisah masa kecil Marjane Satrapi sangat menarik untuk disimak, bahwa dia hidup ketika perang antara Irak dan Iran terjadi. Doktrin yang disampaikan di sekolah, selalu ditolak oleh Marji, karena Marji sendiri tahu akan kebenarannya. Hal ini yang kemudian dikhawatirkan oleh ibunda Marji, karena ibunya mengerti nasib yang akan diterima Marji jika dia ditangkap petugas pengawal revolusi, yaitu sebelum dihukum mati, petugas tersebut akan "menikahinya" dengan mas kawin hanya 500 tuman. Sangat murah sekali jika dibandingkan harga jeans Marji yang harganya 1000 tuman. Oleh karena itu, di akhir buku Persepolis yang pertama, Marji diperintah ibunya untuk pindah ke Austria. Pada saat malam sebelum keberangkatannya ke Austria, dia tidur dengan neneknya yang memberi nasihat sangat bijak

"Dalam hidup kau akan bertemu banyak orang jahat. Kalau mereka menyakitimu, katakan pada dirimu sendiri, itu karena mereka bodoh. Hal itu akan membantu mencegahmu bereaksi pada kekejaman mereka. Karena tidak ada yang lebih buruk daripada kebencian dan balas dendam. Selalu jaga martabatmu dan jujurlah pada dirimu sendiri."
Nasihat dari nenek Marji menurut saya sangat tepat tidak hanya untuk Marji, tapi juga untuk kita semua. Bahwa kita hidup berdampingan, tidak mungkin jika kita hidup selalu dalam keadaan damai. Namun kita tidak selayaknya untuk membalas dendam atau berbuat sesuatu berdasarkan kebencian. Mungkin nasihat dari nenek Marji dapat mencegah kita untuk saling memusuhi sesama manusia, seperti yang sekarang sering terjadi. Well, selamat membaca dan menonton Persepolis :)